https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5754671623520109027#editor/target=post;postID=2251866924626131617;onPublishedMenu=template;onClosedMenu=template;postNum=0;src=link
Seorang
gadis bernama Tiara Putri Ramadhani , berusia 14 tahun. Berasal dari kota
surabaya. Setelah lulus sekolah menengah pertama,dia diminta orang tuanya untuk
melanjutkan sekolah di salah satu Madrasah Aliyah Pondok Pesantren yang ada
dikota tuban. Hari demi hari telah dia lewati dengan bersekolah dan mengikuti
kegiatan di pondok pesantrennya. Setiap
seminggu sekali dia selalu mendapat telepon dari kedua orang tuanya terutama
sang ayah yang justru hampir setiap hari menanyakan bagaimana kabar tiara.
“Tiara”
panggil Eva, temannya.
“Iya ada apa va?”
“Itu
ra kamu dipanggil sama Ustadzah Rina, ada telepon dari ayah mu”
“Oh
iya iya aku kesana, terima kasih va” ucap tuara sambil berlalu meninggalkan eva
dan menuju ke ruangan ustadzah yang memanggilnya tadi.
Sesampainya
tiara di ruangan ustadzahnya.
“Assalamualaikum
“ tiara membuka pintu sambil mengucap salam.
“waalaikumsalam,
sini masuk tiara, ini kamu telepon lagi ayahmu ya” ucap ustadzah rina sambil
memberikan handphone nya ke tiara.
Tiara
pun menelepon kembali ayahnya.
“Halo
assalamualaikum yah” sapa tiara dengan suara khas nya yang cempreng
“halo
waalaikumsalam nak, gimana kabar nya nak? Uang jajan nya masih ada? Kalok
habis, besok dikirim ayah lagi” pertanyaan ayahnya yang bertubi-tubi membuat
tiara merasa senang karena ayahnya yang sangan perhatian kepadanya
“Hehe,
Alhamdulillah yah tiara sehat sehat disini, uang jajan nya juga masih banyak
yah, tiara jarang beli apa apa, kecuali makanan ringan hehe” ungkap tiara
disertai dengan tawa lepasnya.
“Ya
Alhamdulillah nak, di sana yang nurut ya, belajar yang rajin, tidur nya jangan
malem-malem biar bangunnya nggak kesiangan, kalau ada apa-apa langung telepon
ayah ya nak”
“Hehe
iya yah, insyaallah, rasanya pingin setiap hari tiara cerika ke ayah sama ibu
tentang keseharian tiara disini, tapi pasti nggak mungkin bisa sesering itu yah
hehe” curhat tiara dengan suara yang bergetar dan tanpa sengaja air matanya
menetes.
“Huuust
anak nya ayah ga boleh cengeng, ya udah nak, ayah tutup dulu telponnya, ayah
mau lanjut kerja shift malam nya, habis ini langsung tidur istirahat ya!”
perintah sang ayah
“Hehe
iya yah siap laksanakan, salam buat ibu sama adek dirumah yah, assalamualaikum
ayah”
“Iya
nak, waalaikusalam” telepon pun dimatikan oleh sang ayah.
Setelah
mengembalikan ponsel tersebut kepada ustadzahnya, tiara langsung menuju kekamar
untuk beristirahat.
Setiap
malam sebelum tidur dia selalu memikirkan orang tuanya yang ada dirumah, tak
jarang air matanya menetes membasahi pipi chubby nya, dikarenakan dia
merindukan hal yang selalu dia lakukan bersama orang tua dan adik-adiknya
dirumah.
Bersambung......

Bagus..kutunggu episode berikutnya ya. 😊
BalasHapusMasha Allah....
BalasHapusLanjutkan cerbungnya 😍😍😍
Ditunggu part selanjutnya
BalasHapusCeritanya bagus kakak,, ditunggu selanjutnya..😍😍
BalasHapusMohon maaf. Sedikit Kritikan dari saya. Cerbungnya bagus, penulisan kata/kalimatnya sesuai, penempatan tanda bacanya sudah pas. Hanya saja untuk penulisan nama orang, tempat, kota dll sebaiknya diawali dengan huruf kapital.
BalasHapusSemangattt Sis. 💪
Terima kasih teman teman untuk masukannya 🙏🤗
BalasHapusLos ga reweell
BalasHapusBagus
BalasHapusYaampun kakak😌 mau dong kalau ceritanya dilanjut lagi
BalasHapusnunggu lanjutan ceritanya 😍
BalasHapus