http://www.capitallifesyariah.co.id/pages/solusi_individu_detil/id/4
Sabtu,
24 oktober 2015, tiara bertemu dengan pamannya yang juga orang tua dari
sepupunya bernama Zahra yang juga
menempuh pendidikan di tempat yang sama
dengan tiara, pada hari itu paman tiara bermaksud menjemput putrinya
Zahra pulan untuk melaksanakan pengobatan di salah satu rumah sakit. Tiara pun
menitip salam untuk ayah dan ibunya dirumah.
Senin
26 oktober 2015, tiara melakukan aktivitas seperti biasanya, tidak ada sama
sekali keganjalan yang dia rasakan dalam hatinya, sampai sore hari pun tiba,
sepulang tiara dati dari sekolah madrasah diniyah nya, tiara langsung dicari
oleh kakak kelasnya yang juga satu kamar dengan tiara.
“Tiara,
sudah selesai? Tanya kak Diana memastikan.
“Sudah
kak, ini aku mau keluar beli makanan ringan buat buka puasa nanati kak” jawab
tiara.
“Oalah,
kamu sedang puasa, yasudah habis beli makanan ringan, nanti kamu siap-siap ya!
Mau diajak pak fakhri menjenguk sepupumu Zahra yang habis oprasi kemarin, bawa
baju yang banyak ya, karna kamu nanti akan menginap disana” Ucap kak Diana
dengan suara yang sedikit bergetar, entah kenapa
“Oh
iya kak, kalau begitu aku keluar sebentar ya kak”
Sepulang
tiara dari toko, tiara pun langsung bersiap-siap untuk pergi menjenguk sepupunya
itu, sebuah senyuman pun selalu merekah di wajahnya, satu sisi dia sangat
senang karena dia berpikir akan bertemu dengan orang tuanya disana. Dan
ternyata tiara kesana tidak hanya bersama pak fakhri, tetapi juga ditemani oleh 2 teman
dekat, dan 3 ustadazah nya. Saat mereka berpamitan pada ibu nyai pengasuh
pondok pesantren tersebut, bu nyai juga membawakan mereka makanan untuk dimakan
saat buka puasa di mobil nanti, beliau juga memeluk tiara dengan mata yang
berkaca-kaca, seperti ada air mata yang akan keluar dari mata beliau, tiara
pun bingung akan hal itu. apa yang sebenarnya terjadi?
Bersambung...