Minggu, 27 Oktober 2019

Tentang Rindu (Part 2)

rimbysuccess.wordpress.com


Kerinduan tiara untuk orang-orang tersayangnya dirumah selalu bertambah dan tidak akan pernah berkurang. Disini dia benar-benar diajarkan bagaimana rasanya jauh dari orang orang terdekatnya, dan dia harus beradaptasi lagi dengan orang pada awalnya tidak dia kenal sama sekali. Seiring berjalannya waktu, tiara sudah mulai merasa nyaman dengan teman-teman nya yang ada disini, tema-temannya yang ramah, humoris, dan baik hati tentunya.
Setiap ayah dan ibunya menelpon tiara, tiara selalu bercerita sedikit tentang apa yang telah dia lakukan di sini, hal itu membuat ayah dan ibu tiara juga ikut merasa senang karena anaknya sulungnya yang mampu sedikit demi sedikit bersikap mandiri dan mengurangi sifat manja nya. Sudah 3 bulan tiara menempuh pendidikan di sini, dan setiap sebulan sekali ayah dan ibu tiara menjenguk tiara bersama keluarga tiara yang lainnya, betapa bahagianya hati tiara saat hari itu datang.
Pada bulan keempat, tepatnya tanggal 01 oktober 2015, tiara berulang tahun yang ke-15. Tiara selalu menunggu namaya dipanggil oleh ustadzahnya dengan alasan ayah dan ibunya menelepon dan mengucapkan selamat ulang tahun pada tiara. Sampai hari berganti pun panggilan itu tetap tidak ada, akhirnya tiara memberanikan diri untuk meminta izin pada ustadzah rina agar bisa mengubungi keluarganya yang ada dirumah.
“assalamualaikum ustadzah”
“waalaikumsalam tiara, ada apa ra?”
“Ustadzah, saya mau minta izin untuk menelepon ayah, apakah boleh ustadzah?
“Oalah iya ra boleh, tapi tunggu sebentar ya”
“Iya ustadzah, terima kasih”
Dan izin pun diberikan, tiara langsung menelepon ayahnya.
“Halo Assalamualaikum yah”
“Halo waalaikumsalam nak, ada apa kok tumben telepon duluan”
“Ayah ada dimana”
“Ayah ada dirumah, baru pulang dari shift malam nak, gimana kabar mu nak?”
“Alhamdulillah yah tiara sehat, ayah, ibu, sama adek dirumah gimana? Sehat juga kan?”
“Iya nak, Alhamdulillah sehat semua, ibu sama adik masih keluar “
“Yah, tiara tanggal satu kemarin ulang tahun lo, kok ayah nggak ngucapin selamat ulang tahun ke tiara?”
“Hehe yaampun nak, jadi kamu telpon ayah Cuma mau negur ayah gara-gara ayah nggak ngucapin ulang tahun” ungkap ayahnya sambil tertawa seperti tanpa dosa.
“Ayah kok malah ketawa sih” ucap tiara kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
“Nak nak, ayah memang lupa nak, maaf, soalnya ayah juga sedang sibuk menyelesaikan tugas akhir kuliah ayah kan”
“Tapi kan yah, paling enggak ayah nelpon tiara sebentar gitu”
“Iya nak maaf, bulan ini kalau ayah libur, ayah kesana, kamu mau hadiah apa?”
“Iya terserah ayah, yang penting harus ada coklat silverqueen nya hehe”
“Heeem kebiasaan coklat teruus, ini ibu udah datang, mau bicara sama ibu?”
“Iya yah boleh”
“Halo ra, sudah makan kan ra? Uang jajannya masih ada ra?’
“Halo ibu, Alhamdulillah bu sudah tsdi makan bareng sama temen temen, lauk telur sama sayur sop, uang nya masih kok bu, minggu depan aja ibu transfer lagi hehe”
“Ya udah ra, udah dulu ya ra, ibu mau masak, ayah udah tidur, kecapekan baru pulang dari ruamh sakit”
“Iya bu, assalamualaikum bu”
“Waalaikumsalam ra”

Telepon pun sudah ditutup, setelah mengembalikan ponsel ustadzah rina, tiara langsung kembali kekamar dan bertemu dengan teman-temannya.

Bersambung...

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tentang Rindu (Part 1)

saling peduli
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5754671623520109027#editor/target=post;postID=2251866924626131617;onPublishedMenu=template;onClosedMenu=template;postNum=0;src=link

Malam telah berlalu, bintang kian meredup. Matahari memancarkan sinarnya kembali untuk kehidupan yang lebih baik.
Seorang gadis bernama Tiara Putri Ramadhani , berusia 14 tahun. Berasal dari kota surabaya. Setelah lulus sekolah menengah pertama,dia diminta orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di salah satu Madrasah Aliyah Pondok Pesantren yang ada dikota tuban. Hari demi hari telah dia lewati dengan bersekolah dan mengikuti kegiatan di pondok pesantrennya.  Setiap seminggu sekali dia selalu mendapat telepon dari kedua orang tuanya terutama sang ayah yang justru hampir setiap hari menanyakan bagaimana kabar tiara.
“Tiara” panggil Eva, temannya.
 “Iya ada apa va?”
“Itu ra kamu dipanggil sama Ustadzah Rina, ada telepon dari ayah mu”
“Oh iya iya aku kesana, terima kasih va” ucap tuara sambil berlalu meninggalkan eva dan menuju ke ruangan ustadzah yang memanggilnya tadi.
Sesampainya tiara di ruangan ustadzahnya.
“Assalamualaikum “ tiara membuka pintu sambil mengucap salam.
“waalaikumsalam, sini masuk tiara, ini kamu telepon lagi ayahmu ya” ucap ustadzah rina sambil memberikan handphone nya ke tiara.
Tiara pun menelepon kembali ayahnya.
“Halo assalamualaikum yah” sapa tiara dengan suara khas nya yang cempreng
“halo waalaikumsalam nak, gimana kabar nya nak? Uang jajan nya masih ada? Kalok habis, besok dikirim ayah lagi” pertanyaan ayahnya yang bertubi-tubi membuat tiara merasa senang karena ayahnya yang sangan perhatian kepadanya
“Hehe, Alhamdulillah yah tiara sehat sehat disini, uang jajan nya juga masih banyak yah, tiara jarang beli apa apa, kecuali makanan ringan hehe” ungkap tiara disertai dengan tawa lepasnya.
“Ya Alhamdulillah nak, di sana yang nurut ya, belajar yang rajin, tidur nya jangan malem-malem biar bangunnya nggak kesiangan, kalau ada apa-apa langung telepon ayah ya nak”
“Hehe iya yah, insyaallah, rasanya pingin setiap hari tiara cerika ke ayah sama ibu tentang keseharian tiara disini, tapi pasti nggak mungkin bisa sesering itu yah hehe” curhat tiara dengan suara yang bergetar dan tanpa sengaja air matanya menetes.
“Huuust anak nya ayah ga boleh cengeng, ya udah nak, ayah tutup dulu telponnya, ayah mau lanjut kerja shift malam nya, habis ini langsung tidur istirahat ya!” perintah sang ayah
“Hehe iya yah siap laksanakan, salam buat ibu sama adek dirumah yah, assalamualaikum ayah”
“Iya nak, waalaikusalam” telepon pun dimatikan oleh sang ayah.
Setelah mengembalikan ponsel tersebut kepada ustadzahnya, tiara langsung menuju kekamar untuk beristirahat.

Setiap malam sebelum tidur dia selalu memikirkan orang tuanya yang ada dirumah, tak jarang air matanya menetes membasahi pipi chubby nya, dikarenakan dia merindukan hal yang selalu dia lakukan bersama orang tua dan adik-adiknya dirumah.

Bersambung......

Tentang Rindu (Part 4)

      https://www.arah.com/       Pukul 17.00 WIB, perjalanan pun dimulai, membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk sampai di Surab...