rimbysuccess.wordpress.com
Kerinduan tiara untuk orang-orang tersayangnya dirumah selalu bertambah dan tidak akan pernah berkurang. Disini dia benar-benar diajarkan bagaimana rasanya jauh dari orang orang terdekatnya, dan dia harus beradaptasi lagi dengan orang pada awalnya tidak dia kenal sama sekali. Seiring berjalannya waktu, tiara sudah mulai merasa nyaman dengan teman-teman nya yang ada disini, tema-temannya yang ramah, humoris, dan baik hati tentunya.
Setiap
ayah dan ibunya menelpon tiara, tiara selalu bercerita sedikit tentang apa yang
telah dia lakukan di sini, hal itu membuat ayah dan ibu tiara juga ikut merasa
senang karena anaknya sulungnya yang mampu sedikit demi sedikit bersikap
mandiri dan mengurangi sifat manja nya. Sudah 3 bulan tiara menempuh pendidikan
di sini, dan setiap sebulan sekali ayah dan ibu tiara menjenguk tiara bersama
keluarga tiara yang lainnya, betapa bahagianya hati tiara saat hari itu datang.
Pada
bulan keempat, tepatnya tanggal 01 oktober 2015, tiara berulang tahun yang
ke-15. Tiara selalu menunggu namaya dipanggil oleh ustadzahnya dengan alasan
ayah dan ibunya menelepon dan mengucapkan selamat ulang tahun pada tiara.
Sampai hari berganti pun panggilan itu tetap tidak ada, akhirnya tiara
memberanikan diri untuk meminta izin pada ustadzah rina agar bisa mengubungi
keluarganya yang ada dirumah.
“assalamualaikum
ustadzah”
“waalaikumsalam
tiara, ada apa ra?”
“Ustadzah,
saya mau minta izin untuk menelepon ayah, apakah boleh ustadzah?
“Oalah
iya ra boleh, tapi tunggu sebentar ya”
“Iya
ustadzah, terima kasih”
Dan
izin pun diberikan, tiara langsung menelepon ayahnya.
“Halo
Assalamualaikum yah”
“Halo
waalaikumsalam nak, ada apa kok tumben telepon duluan”
“Ayah
ada dimana”
“Ayah
ada dirumah, baru pulang dari shift malam nak, gimana kabar mu nak?”
“Alhamdulillah
yah tiara sehat, ayah, ibu, sama adek dirumah gimana? Sehat juga kan?”
“Iya
nak, Alhamdulillah sehat semua, ibu sama adik masih keluar “
“Yah,
tiara tanggal satu kemarin ulang tahun lo, kok ayah nggak ngucapin selamat
ulang tahun ke tiara?”
“Hehe
yaampun nak, jadi kamu telpon ayah Cuma mau negur ayah gara-gara ayah nggak
ngucapin ulang tahun” ungkap ayahnya sambil tertawa seperti tanpa dosa.
“Ayah
kok malah ketawa sih” ucap tiara kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
“Nak
nak, ayah memang lupa nak, maaf, soalnya ayah juga sedang sibuk menyelesaikan
tugas akhir kuliah ayah kan”
“Tapi
kan yah, paling enggak ayah nelpon tiara sebentar gitu”
“Iya
nak maaf, bulan ini kalau ayah libur, ayah kesana, kamu mau hadiah apa?”
“Iya
terserah ayah, yang penting harus ada coklat silverqueen nya hehe”
“Heeem
kebiasaan coklat teruus, ini ibu udah datang, mau bicara sama ibu?”
“Iya
yah boleh”
“Halo
ra, sudah makan kan ra? Uang jajannya masih ada ra?’
“Halo
ibu, Alhamdulillah bu sudah tsdi makan bareng sama temen temen, lauk telur sama
sayur sop, uang nya masih kok bu, minggu depan aja ibu transfer lagi hehe”
“Ya
udah ra, udah dulu ya ra, ibu mau masak, ayah udah tidur, kecapekan baru pulang
dari ruamh sakit”
“Iya
bu, assalamualaikum bu”
“Waalaikumsalam
ra”
Telepon
pun sudah ditutup, setelah mengembalikan ponsel ustadzah rina, tiara langsung
kembali kekamar dan bertemu dengan teman-temannya.
Bersambung...
Bersambung...

Sepertinya anda memiliki bakat dalam bidang ini ditunggu episod selanjutnya😍
BalasHapusGood Job Sist. di tUnggU Part Selanjutnya....
BalasHapusBagus kakak ceritanya..😊😊
BalasHapusDitunggu part selanjutnya kak
BalasHapus